Selasa, 29 Ogos 2017

Pengutip Sampah Ini Dipandang Sebelah Mata Oleh Calon Menantunya, Siapa Sangka Di Hari Pernikahan Anaknya Ia Membuat Kejutan Para Hadirin Kerana “Hadiah Besar” Ini!

terimakasih sudi like
loading...
Loading...
Pengutip Sampah Ini Dipandang Sebelah Mata Oleh Calon Menantunya, Siapa Sangka Di Hari Pernikahan Anaknya Ia Membuat Kejutan Para Hadirin Kerana “Hadiah Besar” Ini!

Shinta dan Roy memutuskan untuk menikah setelah berpacaran selama kurang lebih 2 tahun. 

Shinta berasal dari keluarga berada, sedangkan Roy dibesarkan seorang diri oleh sang ibu yang bekerja sebagai seorang pemungut sampah.

 Pada mulanya orang tua Shinta menentang, namun mengingat Roy yang kini bekerja sebagai pegawai negeri dengan gaji yang lumayan tinggi, mereka akhirnya setuju dengan syarat Roy harus tinggal bersama dengan mereka. Dengan berat hati, Roy menyanggupi syarat tersebut…



Di hari pernikahan Roy dan Shinta, ibu Roy tampil elegan meski hanya mengenakan gaun sederhana. 

Ketika sampai pada giliran ibu Roy untuk menyampaikan sepatah dua patah kata kepada pengantin, tak disangka sang ibu berkata,

”Nak, hari ini adalah hari besar kalian. Ibu tidak tahu harus memberi apa, di luar ada sebuah mobil baru, ibu berikan sebagai hadiah pernikahan kalian. Ibu harap setelah menikah kalian tetap ingat sering pulang ke desa mengunjungi ibu…


Hari itu ibu Roy menjadi sorotan para tamu yang hadir. Tak disangka, ibu Shinta jadi tidak senang kerananya. Setelah pesta berakhir, ibu Shinta bertanya di depan seluruh keluarga besar yang ada,”Roy, kamu sudah belikan tiket bus untuk perjalanan pulang ibumu belum?” Ibu Roy tertegun sesaat kemudian berkata,”Gak apa Roy, ibu ini udah mau balik kok, masih ada urusan di rumah. Kamu sering-sering pulang ke rumah tengokan ibu yah…”

Roy tak terima ibunya diperlakukan seperti itu! Meskipun ibunya seorang pemungut, namun tak berarti ia boleh mengusir sang ibu begitu saja! Roy sempat memaksa sang ibu untuk tinggal selama beberapa hari, tetapi ibu Roy berkeras menolak.

Malam itu Roy dan Shinta membuka sampul pemberian dari para hadirin. Orang tua Shinta memberikan sampul berisi wang sebesar 4 juta Rupiah. Shinta sangat bangga, terlihat dari wajahnya yang tersenyum tanpa henti. Ketika Roy mengambil sampul pemberian dari ibunya, Shinta hanya melirik dengan pandangan merendahkan. Namun tak disangka, ibu Roy memberikan sebuah buku tabungan yang berisi wang sebesar 300 juta Rupiah! Di dalamnya ada secarik kertas bertuliskan “Ini untuk Depositrumahmu dan Shinta.”

Ketika itu juga Shinta langsung meminta maaf. “Maafkan aku… Aku telah memandang rendah ibumu karena ia hanya seorang pemulung saja. Tak kusangka ia begitu baik terhadap kita!” ujar Shinta sambil menangis sesungukan.


Roy pun tak menyangka ibunya bisa punya wang sebanyak itu. Ia segera menelepon sang ibu dan menanyakan dari mana datangnya wang dan mobil tersebut. Ibu Roy menjawab,”Selama ini ibu terus menabung dari hasil kerja keras seitap pagi dan malam. Ibu tahu akan tiba waktunya kamu akan menikah. Kamu tak usah khawatir, ibu masih punya simpanan disini, cukup untuk ibu pakai.”

Sejak hari itu, Roy dan Shinta selalu pulang ke desa setiap akhir pekan untuk mengunjungi ibu Roy. Orang tua Shinta sempat menyatakan bahwa mereka keberatan jika Roy dan Shinta tak pernah ada di rumah setiap akhir pekan, namun Roy dan Shinta tidak mempedulikannya. Mereka telah sepakat, senin hingga jumat adalah waktu untuk orang tua Shinta, sedangkan sabtu dan minggu adalah waktu untuk berkumpul dengan ibu Roy di desa!
loading...

SHARE THIS
Loading...

Author:

seorang ibu dan blogger bebas ,memaparkan kisah-kisah menarik dari seluruh dunia

Loading...

0 ulasan: